Senin, 09 Juli 2007

Puisi Hidup

Hiduplah dari butir pasir
sebagian kau injak di pematang sawah yang tak pernah kau pandang
kau hanya memungut beras dari pasar-pasar modern
tanpa pernah mereguk pagi yang merah
di bawah rimbunan padi-padi yang basah.

kehidupan yang terus mengalir
membawamu ke sebuah ujung jalan berujung entah di mana
ke mana pun engkau melangkah tak ada artinya

adakah yang bisa terbakar dari masa ini
lalu berhenti di masa depan?

pandangi anak-anak yang terlelap tidur dalam dekapan waktu
curahkan pada mereka air dari pintu hati yang murni
sebelumnya bersihkan cinta yang kau kotori dengan dunia
setelahnya tidurlah perlahan
agar setelah bangun engkau bisa bergerak
terbang menembus batasmu sendiri

kau batasi diri dengan batasmu
tak ada yang gentar bertemu kau
begitupun takut itu jadi liar bila kau biarkan bersarang

kemana kita tahu batasmu?

pandangi anak-anak yang terlelap itu.
kau akan memandanginya selamanya bila waktu tak kau putar
dengan cintamu yang abadi.

berbahagialah.
berbahagialah.

Tidak ada komentar: