Aku berjalan jauh tapi terasa dekat
membara tekad untuk memelukmu dekat ke hatiku
aku memberimu cinta
dan engkau membalasku dengan cinta
aku membawakan untukmu waktu
dan engkau membawa hati rindu
sahabat - kita sekarang sedang mengulurkan tangan
kepada jiwa kita yang terasa sepi dan sunyi
perlihatkan ketulusan bila berdekatan
perlihatkan ketulusan bila berjauhan
sahabat - kita mencoba menjadi jembatan kayu
bagi teman-teman yang ingin mengubah nasib
mencoba mempertemukan kesempatan emas dengan kesiapan
pamrih yang boleh adalah membantu meletakkan pondasi bisnis
dan pengorbanan yang pasti adalah memberikan cinta tulus
ayo maju terus.
bila masih di luar ayo segera masuk.
bila sudah masuk ayo segera berjalan
bila sudah berjalan jangan pernah berhenti
kita selesaikan apa yang sudah kita mulai
bantu teman-teman lain
temukan impian masing-masing
bantu teman-teman lain
temukan 20% tujuan yang menyenangkan
dan menghindari 80% ketakutan yang harus dilenyapkan
ayo maju terus
berkorban saat ini untuk kebahagiaan 2 - 5 tahun lagi.
Kamis, 19 Juli 2007
Rabu, 11 Juli 2007
:: When We Have to Choose ::
Friday, June 16, 2006
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.
Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.
Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?" jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku".
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak oleh nya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?" mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?" orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran,
lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?" sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.
"Tuan, emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu.
Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan".
prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi,
"saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni",
Tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.
Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya".
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
dikutip dari :
Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli:
When We Have to Choose
Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :
1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar (setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.
2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat.
Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,
"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin) Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika
ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.
Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.
Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.
Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?" jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku".
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak oleh nya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?" mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?" orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran,
lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?" sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.
"Tuan, emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu.
Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan".
prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi,
"saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni",
Tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.
Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya".
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
dikutip dari :
Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli:
When We Have to Choose
Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :
1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar (setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.
2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat.
Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,
"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin) Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika
ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.
Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.
10 Kualitas Pribadi yang Disukai
1. Ketulusan
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yg tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada2, pura2, mencari2 alasan atau memutarbalikan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yg selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yg bisa merugikan diri sendiri.
2. Kerendahan Hati
Kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yg kuat jiwanya yg bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yg semakin berisi semakin menunduk. Orang yg rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yg di atasnya merasa oke dan membuat orang yg dibawahnya tidak merasa minder.
3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yg kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. Bersikap Positif
Orang yg bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yg buruk/negative sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daipada mengecam,dsb.
5. Ceria
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yg ceria adalah orang yg bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa menertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
6. Bertanggung jawab
Orang yg bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh2. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yg bertanggung jawab atas apapun yg dialami dan dirasakannya.
7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yg percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yg baru. Dia tahu apa yg harus dilakukannya dan melakukannya dgn baik.
8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yg berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa2 sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. Easy Going
Orang yg “Easy Going” menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar2kan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah2 besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dgn masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dgn masalah2 yg berada diluar kontrolnya.
10. Memiliki Empati
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yg baik, tapi jg bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yg tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada2, pura2, mencari2 alasan atau memutarbalikan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yg selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yg bisa merugikan diri sendiri.
2. Kerendahan Hati
Kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yg kuat jiwanya yg bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yg semakin berisi semakin menunduk. Orang yg rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yg di atasnya merasa oke dan membuat orang yg dibawahnya tidak merasa minder.
3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yg kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
4. Bersikap Positif
Orang yg bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yg buruk/negative sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daipada mengecam,dsb.
5. Ceria
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yg ceria adalah orang yg bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa menertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
6. Bertanggung jawab
Orang yg bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh2. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yg bertanggung jawab atas apapun yg dialami dan dirasakannya.
7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yg percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yg baru. Dia tahu apa yg harus dilakukannya dan melakukannya dgn baik.
8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yg berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa2 sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
9. Easy Going
Orang yg “Easy Going” menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar2kan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah2 besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dgn masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dgn masalah2 yg berada diluar kontrolnya.
10. Memiliki Empati
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yg baik, tapi jg bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Hingga Butir Nasi Terakhir
eramuslim - Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya datang juga bis yang akan membawaku keluar dari kota Jakarta yang semakin hari kurasakan semakin sesak ini. Dua hari libur pada akhir pekan ini akan kumanfaatkan untuk sekedar mengganti suasana, sekilas menghilangkan pemandangan gedung bertingkat dengan tingginya pohon kelapa, udara yang padat dengan racun, sejenak berganti udara yang masih sejuk bila dihirup
dalam-dalam, aku akan lupakan hitamnya kepulan asap dari bis kota dengan warna hijau rerumputan dan
pepohonan. Aahhh… tak sabar aku, kenapa bis ini lama sekali ngetemnya…
Alhamdulillah, akhirnya bis mulai bergerak. Ternyata cukup banyak juga orang yang akan bepergian hari ini.
Entah karena ingin mencari suasana baru sepertiku, atau memang hal ini sudah rutin mereka lakukan. Atau
mungkin rumah mereka memang di luar kota, mencari nafkah di Jakarta, sehingga harus rela pulang-pergi
tiap hari.
Sejam-dua jam, nuansa yang kunantikan mulai terlihat. Hamparan sawah terbentang luas di sisi kanan bis yang
aku tumpangi ini. Hey… tapi kenapa warnanya sayu begitu? Dari sekian luas sawah yang kulihat, hampir
seluruhnya berwarna kecoklatan. Hanya sedikit saja yang masih menampakkan warna hijau segar. Dampak
kekeringan beberapa bulan terakhir betul-betul kulihat saat ini.
“Kasihan Pak Tani ya dik….”, tiba-tiba Bapak yang duduk di sebelahku berkomentar. Segera kualihkan
pandanganku pada penumpang yang membuatku kaget ini. Seorang bapak yang sudah cukup umur, rupanya. Kutaksir usianya sekitar 50 tahunan, terlihat dari guratan-guratan lelah di wajahnya.
“Iya Pak, kasihan”, jawabku. “Mereka sudah capek-capek menanam, ternyata panennya gagal karena kekeringan”.
“Bukan itu maksud bapak dik,” ujar si bapak sambil memandangku. “Bukan kekeringan itu yang bapak kasihani
dari para petani itu.”
Lho? Bukan kekeringan? Lalu apa?
Seakan menyadari kebingunganku, si bapak melanjutkan bicaranya. “Begini. Kalau kekeringan, bagi para petani
hal itu sudah biasa mereka hadapi. Mereka tahu betul resiko itu.”
Sejenak si bapak terdiam. Aku makin tak sabar menunggu penjelasannya.
“Bapak sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di sebuah restoran sebagai petugas kebersihan, dik.
Selama bapak bekerja, semakin bapak sadar bahwa kita sering sekali menyepelekan pekerjaan para petani itu.
Kita sama sekali tidak menghargai jerih payah mereka mencangkul sawah seharian, memupuki tanaman padi,
merawatnya supaya kelak menghasilkan padi yang baik…” jelasnya.
Aku masih saja tak menangkap maksud pembicaraan ini.
“Tidak menghargai bagaimana pak?”
“Setiap hari, restoran tempat bapak bekerja menghabiskan ratusan kilogram beras, untuk ditanak
menjadi nasi. Setiap hari pula bapak harus rela menyaksikan berpuluh kilogram nasi yang dibuang begitu
saja, karena para tamu tidak menghabiskannya. Saat membuang nasi itu, hati bapak miris, dik.
Berulang-ulang bapak mohon ampun pada Gusti Allah. Berkali-kali bapak mengucap istighfar, karena bapak
melihat sebuah kesia-siaan, satu bentuk pengingkaran nikmat yang luar biasa. Kadang-kadang, Bapak
membayangkan mendengar tangisan butiran-butiran nasi itu, seperti yang Bapak sering ajarkan pada anak
bapak, kalau tidak menghabiskan makannya...”
Aku tercekat. Entah kenapa wajahku serasa ditampar keras sekali.
“Saat itulah terlintas di pikiran bapak, wajah para petani yang bermandi peluh, sekujur badan hitam legam
terbakar sinar matahari, tidak sedikit tenaga mereka terkuras untuk mencangkul sawahnya. Tak lain tak bukan
mereka lakukan itu supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan makanan bagi semua orang dan juga kebutuhan
mereka sendiri, dik. Tapi ternyata, kita yang tinggal enaknya saja, tak perlu membanting tulang seperti itu,
sama sekali tidak menghargai kerja keras para petani itu. Kita sama sekali tidak mau menghargai setiap
butir nasi yang kita makan. Menyia-nyiakan nasi, sudah menjadi hal yang biasa saja bagi kita.”
Kini aku yang terdiam. Apa yang disampaikan si bapak, itulah yang kulakukan setiap hari. Ya, menyisakan nasi
di piring seakan sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Bahkan jika ada yang makan sampai piringnya bersih tak
tersisa, berbagai julukan menghujaninya. Rakus lah, doyan lah, dan ejekan lain yang sungguh memalukan,
tanpa mereka sadari, siapa sebenarnya yang memalukan.
“Dik…” si bapak menepuk bahuku, membuyarkan lamunanku. “Bapak turun sebentar lagi.”
“Ohya Pak… hati-hati Pak… dan terimakasih nasihatnya..” jawabku sambil menjawab uluran tangannya. Senyum renyahnya mengakhiri pertemuan kami hari itu. Sesaat kemudian bis berhenti, dan si bapak bergegas turun. Saat itulah aku sadar kalau aku belum menanyakan namanya. Ah… bapak itu juga tidak menanyakan namaku, ujarku dalam hati.
Tak lama berselang, bis berhenti di sebuah rumah makan yang cukup besar. Rasa lapar mendadak menyerangku.
Tiga jam perjalanan sudah kulalui, dan perut ini ternyata sudah mulai bergerak meminta bagiannya. Aku
dan beberapa penumpang lainnya bersama-sama memasuki rumah makan. Kupilih tempat duduk dekat jendela, dan memesan makanan, yang dalam waktu singkat telah siap disantap.
Saat hendak memulai makan dan melihat nasi di piring, dan nasihat si bapak di bis tadi kembali terngiang.
Bergantian kupandangi nasi dan hamparan sawah melalui jendela restoran. Saat itulah aku bersyukur. Melalui
si bapak itu, Allah telah berkenan untuk menegurku, bukan hanya karena aku tak tahu, pada butir nasi yang
mana berkahNya akan diturunkan, bukan pula hanya karena salah satu perwujudan rasa syukur atas karunia
dan rizkiNya. Namun menghabiskan hidangan yang ada, hingga butir nasi yang terakhir, merupakan salah satu
cara kita berterima kasih pada para petani, yang tanpa kenal lelah, telah berusaha mempersembahkan hasil
kerja terbaiknya pada kita. Tanpa keras keras mereka, sulit bagi kita untuk bisa menikmati nasi yang pulen
dan lezat ini.
Sungguh, suatu cara yang mudah untuk menghargai jerih payah dan segala letih lelah mereka, yaitu dengan
menghabiskan hidangan tanpa sisa. Bukan rakus, bukan kemaruk, bukan pula kelaparan
Publikasi: 16/10/2003 10:44 WIB
dalam-dalam, aku akan lupakan hitamnya kepulan asap dari bis kota dengan warna hijau rerumputan dan
pepohonan. Aahhh… tak sabar aku, kenapa bis ini lama sekali ngetemnya…
Alhamdulillah, akhirnya bis mulai bergerak. Ternyata cukup banyak juga orang yang akan bepergian hari ini.
Entah karena ingin mencari suasana baru sepertiku, atau memang hal ini sudah rutin mereka lakukan. Atau
mungkin rumah mereka memang di luar kota, mencari nafkah di Jakarta, sehingga harus rela pulang-pergi
tiap hari.
Sejam-dua jam, nuansa yang kunantikan mulai terlihat. Hamparan sawah terbentang luas di sisi kanan bis yang
aku tumpangi ini. Hey… tapi kenapa warnanya sayu begitu? Dari sekian luas sawah yang kulihat, hampir
seluruhnya berwarna kecoklatan. Hanya sedikit saja yang masih menampakkan warna hijau segar. Dampak
kekeringan beberapa bulan terakhir betul-betul kulihat saat ini.
“Kasihan Pak Tani ya dik….”, tiba-tiba Bapak yang duduk di sebelahku berkomentar. Segera kualihkan
pandanganku pada penumpang yang membuatku kaget ini. Seorang bapak yang sudah cukup umur, rupanya. Kutaksir usianya sekitar 50 tahunan, terlihat dari guratan-guratan lelah di wajahnya.
“Iya Pak, kasihan”, jawabku. “Mereka sudah capek-capek menanam, ternyata panennya gagal karena kekeringan”.
“Bukan itu maksud bapak dik,” ujar si bapak sambil memandangku. “Bukan kekeringan itu yang bapak kasihani
dari para petani itu.”
Lho? Bukan kekeringan? Lalu apa?
Seakan menyadari kebingunganku, si bapak melanjutkan bicaranya. “Begini. Kalau kekeringan, bagi para petani
hal itu sudah biasa mereka hadapi. Mereka tahu betul resiko itu.”
Sejenak si bapak terdiam. Aku makin tak sabar menunggu penjelasannya.
“Bapak sudah lebih dari sepuluh tahun bekerja di sebuah restoran sebagai petugas kebersihan, dik.
Selama bapak bekerja, semakin bapak sadar bahwa kita sering sekali menyepelekan pekerjaan para petani itu.
Kita sama sekali tidak menghargai jerih payah mereka mencangkul sawah seharian, memupuki tanaman padi,
merawatnya supaya kelak menghasilkan padi yang baik…” jelasnya.
Aku masih saja tak menangkap maksud pembicaraan ini.
“Tidak menghargai bagaimana pak?”
“Setiap hari, restoran tempat bapak bekerja menghabiskan ratusan kilogram beras, untuk ditanak
menjadi nasi. Setiap hari pula bapak harus rela menyaksikan berpuluh kilogram nasi yang dibuang begitu
saja, karena para tamu tidak menghabiskannya. Saat membuang nasi itu, hati bapak miris, dik.
Berulang-ulang bapak mohon ampun pada Gusti Allah. Berkali-kali bapak mengucap istighfar, karena bapak
melihat sebuah kesia-siaan, satu bentuk pengingkaran nikmat yang luar biasa. Kadang-kadang, Bapak
membayangkan mendengar tangisan butiran-butiran nasi itu, seperti yang Bapak sering ajarkan pada anak
bapak, kalau tidak menghabiskan makannya...”
Aku tercekat. Entah kenapa wajahku serasa ditampar keras sekali.
“Saat itulah terlintas di pikiran bapak, wajah para petani yang bermandi peluh, sekujur badan hitam legam
terbakar sinar matahari, tidak sedikit tenaga mereka terkuras untuk mencangkul sawahnya. Tak lain tak bukan
mereka lakukan itu supaya mereka bisa memenuhi kebutuhan makanan bagi semua orang dan juga kebutuhan
mereka sendiri, dik. Tapi ternyata, kita yang tinggal enaknya saja, tak perlu membanting tulang seperti itu,
sama sekali tidak menghargai kerja keras para petani itu. Kita sama sekali tidak mau menghargai setiap
butir nasi yang kita makan. Menyia-nyiakan nasi, sudah menjadi hal yang biasa saja bagi kita.”
Kini aku yang terdiam. Apa yang disampaikan si bapak, itulah yang kulakukan setiap hari. Ya, menyisakan nasi
di piring seakan sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Bahkan jika ada yang makan sampai piringnya bersih tak
tersisa, berbagai julukan menghujaninya. Rakus lah, doyan lah, dan ejekan lain yang sungguh memalukan,
tanpa mereka sadari, siapa sebenarnya yang memalukan.
“Dik…” si bapak menepuk bahuku, membuyarkan lamunanku. “Bapak turun sebentar lagi.”
“Ohya Pak… hati-hati Pak… dan terimakasih nasihatnya..” jawabku sambil menjawab uluran tangannya. Senyum renyahnya mengakhiri pertemuan kami hari itu. Sesaat kemudian bis berhenti, dan si bapak bergegas turun. Saat itulah aku sadar kalau aku belum menanyakan namanya. Ah… bapak itu juga tidak menanyakan namaku, ujarku dalam hati.
Tak lama berselang, bis berhenti di sebuah rumah makan yang cukup besar. Rasa lapar mendadak menyerangku.
Tiga jam perjalanan sudah kulalui, dan perut ini ternyata sudah mulai bergerak meminta bagiannya. Aku
dan beberapa penumpang lainnya bersama-sama memasuki rumah makan. Kupilih tempat duduk dekat jendela, dan memesan makanan, yang dalam waktu singkat telah siap disantap.
Saat hendak memulai makan dan melihat nasi di piring, dan nasihat si bapak di bis tadi kembali terngiang.
Bergantian kupandangi nasi dan hamparan sawah melalui jendela restoran. Saat itulah aku bersyukur. Melalui
si bapak itu, Allah telah berkenan untuk menegurku, bukan hanya karena aku tak tahu, pada butir nasi yang
mana berkahNya akan diturunkan, bukan pula hanya karena salah satu perwujudan rasa syukur atas karunia
dan rizkiNya. Namun menghabiskan hidangan yang ada, hingga butir nasi yang terakhir, merupakan salah satu
cara kita berterima kasih pada para petani, yang tanpa kenal lelah, telah berusaha mempersembahkan hasil
kerja terbaiknya pada kita. Tanpa keras keras mereka, sulit bagi kita untuk bisa menikmati nasi yang pulen
dan lezat ini.
Sungguh, suatu cara yang mudah untuk menghargai jerih payah dan segala letih lelah mereka, yaitu dengan
menghabiskan hidangan tanpa sisa. Bukan rakus, bukan kemaruk, bukan pula kelaparan
Publikasi: 16/10/2003 10:44 WIB
Lakukanlah Dengan Kebaikan Hati
Lakukanlah dengan Kebaikan Hati
Apa pun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran.
Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati.
Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri.
Di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain.
Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar: "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu."
Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.
Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda.
Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini.
Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih.
Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
(dikutip dari internet)
Apa pun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran.
Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati.
Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri.
Di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain.
Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar: "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu."
Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.
Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda.
Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini.
Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih.
Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
(dikutip dari internet)
Senin, 09 Juli 2007
Puisi Hidup
Hiduplah dari butir pasir
sebagian kau injak di pematang sawah yang tak pernah kau pandang
kau hanya memungut beras dari pasar-pasar modern
tanpa pernah mereguk pagi yang merah
di bawah rimbunan padi-padi yang basah.
kehidupan yang terus mengalir
membawamu ke sebuah ujung jalan berujung entah di mana
ke mana pun engkau melangkah tak ada artinya
adakah yang bisa terbakar dari masa ini
lalu berhenti di masa depan?
pandangi anak-anak yang terlelap tidur dalam dekapan waktu
curahkan pada mereka air dari pintu hati yang murni
sebelumnya bersihkan cinta yang kau kotori dengan dunia
setelahnya tidurlah perlahan
agar setelah bangun engkau bisa bergerak
terbang menembus batasmu sendiri
kau batasi diri dengan batasmu
tak ada yang gentar bertemu kau
begitupun takut itu jadi liar bila kau biarkan bersarang
kemana kita tahu batasmu?
pandangi anak-anak yang terlelap itu.
kau akan memandanginya selamanya bila waktu tak kau putar
dengan cintamu yang abadi.
berbahagialah.
berbahagialah.
sebagian kau injak di pematang sawah yang tak pernah kau pandang
kau hanya memungut beras dari pasar-pasar modern
tanpa pernah mereguk pagi yang merah
di bawah rimbunan padi-padi yang basah.
kehidupan yang terus mengalir
membawamu ke sebuah ujung jalan berujung entah di mana
ke mana pun engkau melangkah tak ada artinya
adakah yang bisa terbakar dari masa ini
lalu berhenti di masa depan?
pandangi anak-anak yang terlelap tidur dalam dekapan waktu
curahkan pada mereka air dari pintu hati yang murni
sebelumnya bersihkan cinta yang kau kotori dengan dunia
setelahnya tidurlah perlahan
agar setelah bangun engkau bisa bergerak
terbang menembus batasmu sendiri
kau batasi diri dengan batasmu
tak ada yang gentar bertemu kau
begitupun takut itu jadi liar bila kau biarkan bersarang
kemana kita tahu batasmu?
pandangi anak-anak yang terlelap itu.
kau akan memandanginya selamanya bila waktu tak kau putar
dengan cintamu yang abadi.
berbahagialah.
berbahagialah.
Membuat Hari ini lebih berarti.
Philips - membuat iklan sbb: Mari jadikan segalanya lebih baik.
Sebuah moto sederhana, tapi punyak makna yang sangat dalam dan luas. Ini berbicara mengenai sebuah pencapaian, sebuah hasrat untuk bergerak ke depan. Tidak hanya stagnan dan diam. Sebuah makna tentang etos kerja dan hidup.
Begitupun dengan hidup kita. Bukankah bagus kalau kita punya keluarga yang patut dibantu. Dan kita bantu ia sepenuh hati. Masukkan dia dalam hidup kita. Jadikan dia bagian dari perjalanan hidup kita.
Berbagi kebahagiaan dan waktu. Mari hitung hari-hari kita yang sudah lampau. Hitung hari-hari kita kehilangan waktu dengan keluarga. Bila sudah berlalu sepuluh tahun kita bekerja, berapa lama lagi waktu yang tersisa? Apakah selamanya kita ingin terbelenggu dengan rutinitas pekerjaan yang kita lakukan?
Jadikan hidup kita laksana membangun pipa air. Hidup dengan sistem yang bagus. Ayo kita bangun pipa air itu dengan baik dan sekokoh mungkin. Mungkin saat kita membangun infrastruktur sistem ini teman-teman kita terlihat sudah lebih maju dengan segala pencapaiannya. Tapi mereka mungkin akan terus bekerja dan bekerja terus.
Bangun jaringan pipa anda. Daripada membawa ember dari sumur ke ladang atau dari sungai ke sawah, bukankah lebih baik kita buat pipa dan keran untuk menghubungkannya?
Bekerja smart dan bekerja keras terlihat sama. Tapi hasilnya jauh berbeda.
Ayo bangun bangunan pipa itu. Dan 2 - 5 tahun lagi kita akan bisa bekerja karena kita ingin dan bukan bekerja karena kita harus.
Sukses yaa.
Sebuah moto sederhana, tapi punyak makna yang sangat dalam dan luas. Ini berbicara mengenai sebuah pencapaian, sebuah hasrat untuk bergerak ke depan. Tidak hanya stagnan dan diam. Sebuah makna tentang etos kerja dan hidup.
Begitupun dengan hidup kita. Bukankah bagus kalau kita punya keluarga yang patut dibantu. Dan kita bantu ia sepenuh hati. Masukkan dia dalam hidup kita. Jadikan dia bagian dari perjalanan hidup kita.
Berbagi kebahagiaan dan waktu. Mari hitung hari-hari kita yang sudah lampau. Hitung hari-hari kita kehilangan waktu dengan keluarga. Bila sudah berlalu sepuluh tahun kita bekerja, berapa lama lagi waktu yang tersisa? Apakah selamanya kita ingin terbelenggu dengan rutinitas pekerjaan yang kita lakukan?
Jadikan hidup kita laksana membangun pipa air. Hidup dengan sistem yang bagus. Ayo kita bangun pipa air itu dengan baik dan sekokoh mungkin. Mungkin saat kita membangun infrastruktur sistem ini teman-teman kita terlihat sudah lebih maju dengan segala pencapaiannya. Tapi mereka mungkin akan terus bekerja dan bekerja terus.
Bangun jaringan pipa anda. Daripada membawa ember dari sumur ke ladang atau dari sungai ke sawah, bukankah lebih baik kita buat pipa dan keran untuk menghubungkannya?
Bekerja smart dan bekerja keras terlihat sama. Tapi hasilnya jauh berbeda.
Ayo bangun bangunan pipa itu. Dan 2 - 5 tahun lagi kita akan bisa bekerja karena kita ingin dan bukan bekerja karena kita harus.
Sukses yaa.
Jumat, 06 Juli 2007
Seru! Dinamika Hari Ini Friend
06/07/2007
Teman2. sekarang sudah jam 1.35 pagi. aku ingin ceritakan apa yang sudah terjadi kemarin pagi s.d jam 12 malam.
Kata-kata bijak yang sering saya dengar adalah : bila sudah selesai dari satu pekerjaan, Kerjakanlah pekerjaan berikutnya dengan sungguh-sungguh.
Hari ini jadual aku padat banget.
Pagi2 sudah jalan. sekitar jam 6-an. Tiba di plaza kuningan jam 7.15. Jalanan agak macet dan kita memilih lewat tol dalam kota arah grogol. Saya membawa kopi 2 utk bu G
setelah membuat laporan MS di kantor, lalu jalan deh ke kantor pusat di Saharjo no. 161. Klaim 3 vco gratis 0d0l allwhite dan satu black jade buat mbak Is. Selesai jam 9.30-an.
Di kantor pusat saya ketemu mas RF - Platinum Leaders Clup yang dahulu memprospek saya. Salut beliau sudah menjadi CA dalam waktu kurang lebih satu tahun setelah Diamond. Itu pencapaian yg luar biasa. Hari ini saya belajar banyak dari beliau. Intinya sih - buat target pribadi agar dalam 2 bulan ke depan bisa recognize sebagai Emerald. Satu langkah yang harus di mulai.
Saya juga telah mengantarkan kartu member untuk ibu M di Matraman. Seorang ibu yang sangat dinamis. Loncat sana loncat sini. Beliau adalah ratunya demo. Demo apapun didatangi. Demo masaklah dll. Saya sangat ingin beliau sehat dan sukses. Sayangnya beliau tidak ada sehingga kartu dititipkan ke pembantu.
Pak M I, tukang parkir mengundang untuk datang ke acara pengajian rutin bulanan tgl 5. that's oke. I'll come to your house pak. Mudah2an produk2 ini bisa membawa manfaat untuk keluarga beliau dan orang-orang yang datang ke sana. Juga bisnis ini nantinya bisa dinikmati oleh beliau dan puluhan anak yatim piatu di lingkungannya. Amin 300x
Pak IF, dalam kasetnya mengatakan - dengan mengutip kata-kata CM BT sbb:
Selalu ada keajaiban bila anda mau melakukan presentasi satu kali lagi.
Suatu ungkapan yang penuh keoptimisan dan layak dilakukan.
Aku mendengarkannya di mobil sambil mengantarkan pesanan mbak I di jalan Indramayu.
Tiba jam 11 di Salon, saya langsung konsolidasi. Saya selalu pesankan bahwa sistem kita sudah cukup bagus. Produk juga sangat sangat terbukti kehandalan dan manfaatnya bagi tubuh manusia. Lalu yang perlu dilakukan adalah rekrut minimal 12 orang perbulan dan perdalam jaringan 3 tingkat. Dan gak usah banyak pikir. Just Do It, kata pak C. Pake Jas banyak Duit. he he he.
Lalu aku SMS beberapa teman. Kukabarkan pelatihan / training yang layak untuk diikuti. No other motive, just care about them. Z konsultasi dulu sama istrinya.
Kubaca sms-ku, dan kutahu E masih di Jepang dalam rangka liburan. Aku dan dia akan konsolidasi tgl 14 Juli di rumahnya. Good to know that there are many friends that living their life. Aku berharap dia dan keluarganya bisa merasakan manfaat bisnis ini dan mendapatkan banyak manfaat.
R di Depok bisa kudatangi setelah ku SMS. Aku janji jam 9-an malem baru bisa datang. Eh baru nyampe rumah jam 8 malem dan jam 8.30 baru bisa jalan ke Depok. Allaahu Akbar. Ketemuan di balairung UI sambil latihan Tifan. Waduh - baru sekali datang udah di suruh tarung. Asyik juga sih. he he he.
R postif member dan janjian di depok hari selasa di stokis untuk BOP. Pasti dia masih bingung gimana jalanin bisnis ini. Sebagai sesama programmer dan orang teknik saya tahu persis perasaan itu. Jangan kuatir akh R. Aku dan seluruh line sponsorship siap membantu.
Nyampe deh di rumah jam 12-malem. Beres2. Trus nulis blog ini.
Panjang ya ceritaku. Tapi biarlah ini jadi dokumentasi yang berarti untukku.
Tiada lelah yang bisa dibayar kecuali dengan sedikit airmata dan sedikit waktu.
Tiada capek yang bisa dikatakan hanya segunung optimisme dan pujian kepada Tuhan.
Bila seribu bulan kita berjalan asalkan dapat terinjak puncak gunung bernama kesuksesan, biarpun pecah telapak kaki. biarpun kaku jari tanganku. Aku tetap akan terus melangkah.
Semangat adalah puncak gunung berapi dimana rumput keraguan tidak bisa tumbuh.
Semangat !!! . Go CA.
Teman2. sekarang sudah jam 1.35 pagi. aku ingin ceritakan apa yang sudah terjadi kemarin pagi s.d jam 12 malam.
Kata-kata bijak yang sering saya dengar adalah : bila sudah selesai dari satu pekerjaan, Kerjakanlah pekerjaan berikutnya dengan sungguh-sungguh.
Hari ini jadual aku padat banget.
Pagi2 sudah jalan. sekitar jam 6-an. Tiba di plaza kuningan jam 7.15. Jalanan agak macet dan kita memilih lewat tol dalam kota arah grogol. Saya membawa kopi 2 utk bu G
setelah membuat laporan MS di kantor, lalu jalan deh ke kantor pusat di Saharjo no. 161. Klaim 3 vco gratis 0d0l allwhite dan satu black jade buat mbak Is. Selesai jam 9.30-an.
Di kantor pusat saya ketemu mas RF - Platinum Leaders Clup yang dahulu memprospek saya. Salut beliau sudah menjadi CA dalam waktu kurang lebih satu tahun setelah Diamond. Itu pencapaian yg luar biasa. Hari ini saya belajar banyak dari beliau. Intinya sih - buat target pribadi agar dalam 2 bulan ke depan bisa recognize sebagai Emerald. Satu langkah yang harus di mulai.
Saya juga telah mengantarkan kartu member untuk ibu M di Matraman. Seorang ibu yang sangat dinamis. Loncat sana loncat sini. Beliau adalah ratunya demo. Demo apapun didatangi. Demo masaklah dll. Saya sangat ingin beliau sehat dan sukses. Sayangnya beliau tidak ada sehingga kartu dititipkan ke pembantu.
Pak M I, tukang parkir mengundang untuk datang ke acara pengajian rutin bulanan tgl 5. that's oke. I'll come to your house pak. Mudah2an produk2 ini bisa membawa manfaat untuk keluarga beliau dan orang-orang yang datang ke sana. Juga bisnis ini nantinya bisa dinikmati oleh beliau dan puluhan anak yatim piatu di lingkungannya. Amin 300x
Pak IF, dalam kasetnya mengatakan - dengan mengutip kata-kata CM BT sbb:
Selalu ada keajaiban bila anda mau melakukan presentasi satu kali lagi.
Suatu ungkapan yang penuh keoptimisan dan layak dilakukan.
Aku mendengarkannya di mobil sambil mengantarkan pesanan mbak I di jalan Indramayu.
Tiba jam 11 di Salon, saya langsung konsolidasi. Saya selalu pesankan bahwa sistem kita sudah cukup bagus. Produk juga sangat sangat terbukti kehandalan dan manfaatnya bagi tubuh manusia. Lalu yang perlu dilakukan adalah rekrut minimal 12 orang perbulan dan perdalam jaringan 3 tingkat. Dan gak usah banyak pikir. Just Do It, kata pak C. Pake Jas banyak Duit. he he he.
Lalu aku SMS beberapa teman. Kukabarkan pelatihan / training yang layak untuk diikuti. No other motive, just care about them. Z konsultasi dulu sama istrinya.
Kubaca sms-ku, dan kutahu E masih di Jepang dalam rangka liburan. Aku dan dia akan konsolidasi tgl 14 Juli di rumahnya. Good to know that there are many friends that living their life. Aku berharap dia dan keluarganya bisa merasakan manfaat bisnis ini dan mendapatkan banyak manfaat.
R di Depok bisa kudatangi setelah ku SMS. Aku janji jam 9-an malem baru bisa datang. Eh baru nyampe rumah jam 8 malem dan jam 8.30 baru bisa jalan ke Depok. Allaahu Akbar. Ketemuan di balairung UI sambil latihan Tifan. Waduh - baru sekali datang udah di suruh tarung. Asyik juga sih. he he he.
R postif member dan janjian di depok hari selasa di stokis untuk BOP. Pasti dia masih bingung gimana jalanin bisnis ini. Sebagai sesama programmer dan orang teknik saya tahu persis perasaan itu. Jangan kuatir akh R. Aku dan seluruh line sponsorship siap membantu.
Nyampe deh di rumah jam 12-malem. Beres2. Trus nulis blog ini.
Panjang ya ceritaku. Tapi biarlah ini jadi dokumentasi yang berarti untukku.
Tiada lelah yang bisa dibayar kecuali dengan sedikit airmata dan sedikit waktu.
Tiada capek yang bisa dikatakan hanya segunung optimisme dan pujian kepada Tuhan.
Bila seribu bulan kita berjalan asalkan dapat terinjak puncak gunung bernama kesuksesan, biarpun pecah telapak kaki. biarpun kaku jari tanganku. Aku tetap akan terus melangkah.
Semangat adalah puncak gunung berapi dimana rumput keraguan tidak bisa tumbuh.
Semangat !!! . Go CA.
Kamis, 05 Juli 2007
Mencari Motivasi. Mesti kemana?
Motivasi adalah suatu bahan bakar untuk terus bergerak. Maulana Rian - seorang motivator - pernah menyinggung sedikit tentang semangat.
Semangat adalah puncak gunung berapi dimana rumput keraguan tidak akan pernah bisa tumbuh.
Hendri Rikianto - juga seorang motivator - pernah secara khusus menyebutkan bahwa
penundaan adalah kuburan tempat impian yang kita miliki diletakkan.
Kalau begitu apa yang membuat kita bergerak. Jawabannya adalah sebuah tujuan. Dan motivasilah yang menggerakkan kita menuju tujuan tersebut.
Jadi pertanyaannya sudahkah kita menggali ke dalam diri kita sendiri, merenungkan tujuan kita. Pagi hari yang kita habiskan dalam perjalanan di angkot, mobil pribadi, bis kota. Semuanya adalah rangkaian proses menuju tujuan.
Evaluasilah tujuan itu dan jadikan ia alat untuk kita terus bertumbuh.
Billy Tumangkeng - seorang motivator - pernah menyebutkan begini.
"Lakukan sekali lagi dan rasakan bahwa keajaiban itu akan bekerja untuk anda"
jadi lakukan proses anda. Kejar tujuan itu seakan tak ada lagi penghalang antara anda dan tujuan tsb
. Sukses ya.
Semangat adalah puncak gunung berapi dimana rumput keraguan tidak akan pernah bisa tumbuh.
Hendri Rikianto - juga seorang motivator - pernah secara khusus menyebutkan bahwa
penundaan adalah kuburan tempat impian yang kita miliki diletakkan.
Kalau begitu apa yang membuat kita bergerak. Jawabannya adalah sebuah tujuan. Dan motivasilah yang menggerakkan kita menuju tujuan tersebut.
Jadi pertanyaannya sudahkah kita menggali ke dalam diri kita sendiri, merenungkan tujuan kita. Pagi hari yang kita habiskan dalam perjalanan di angkot, mobil pribadi, bis kota. Semuanya adalah rangkaian proses menuju tujuan.
Evaluasilah tujuan itu dan jadikan ia alat untuk kita terus bertumbuh.
Billy Tumangkeng - seorang motivator - pernah menyebutkan begini.
"Lakukan sekali lagi dan rasakan bahwa keajaiban itu akan bekerja untuk anda"
jadi lakukan proses anda. Kejar tujuan itu seakan tak ada lagi penghalang antara anda dan tujuan tsb
. Sukses ya.
Selasa, 03 Juli 2007
Curhat yang tepat sama siapa? Go Back Home ajaah
Kita pasti punya kebiasaan curhat kan? Yang sehat dan bermakna tentu saja curhat pada pasangan kita masing-masing. Tapi lain lagi kalo nyari2 TTM (teman tapi mesra) untuk curhat. Sama saja menggali kuburan sendiri.
Seorang teman - sebut saja Andi - adalah pakar dalam urusan curhat ini. Kalo ada cewek yang lagi suntuk / bermasalah rumah tangganya dengan ringan si Andi menyediakan bahunya untuk menampung masalah . A shoulder to cry on, katenye.
Tapi semua kebaikannya selalu berujung perselingkuhan. Hubungan menjadi kian dekat seperti layaknya orang berpacaran, dan karena semuanya sudah mengenal seks, sudah pasti arah kesana menjadi lebih lapang.
Jadi pesanku, jangan suka curhat sama lain jenis. Kalo terpaksa curhat ke orang cari yang sesama jenis dan orangnya nggak ember. Ato kayak gue bikin blog begini.
Kan lumayan bisa ngilangin stress.
Akhirul kata - selamat curhat.
Seorang teman - sebut saja Andi - adalah pakar dalam urusan curhat ini. Kalo ada cewek yang lagi suntuk / bermasalah rumah tangganya dengan ringan si Andi menyediakan bahunya untuk menampung masalah . A shoulder to cry on, katenye.
Tapi semua kebaikannya selalu berujung perselingkuhan. Hubungan menjadi kian dekat seperti layaknya orang berpacaran, dan karena semuanya sudah mengenal seks, sudah pasti arah kesana menjadi lebih lapang.
Jadi pesanku, jangan suka curhat sama lain jenis. Kalo terpaksa curhat ke orang cari yang sesama jenis dan orangnya nggak ember. Ato kayak gue bikin blog begini.
Kan lumayan bisa ngilangin stress.
Akhirul kata - selamat curhat.
Minggu, 01 Juli 2007
Pusing? Jangan Mau
Kalau mau cari alasan sih bisa aja segudang disodorkan, tapi apakah layak? lha wong pusing itu pasti ada sebabnya. ya cari tahu mengapa bisa pusing sebab umumnya pusing bisa lenyap dengan klorofil / propolis / omegasqua ato bodrek /panadol. pusing itu asalnya dari pu-ing. puing yang di-es-kan. dibiarkan tertunda.ya jelas aja pusing. yang kerja di kantor kerjaannya gak rapi terorganisasi. sebagian besar gak ada agenda kerja. yang kuliah senengnya cuman ngambil matakuliah sedikit. biar sedikit asal lulus bagus. ya pusing kalo empat tahun gak lulus.
tapi pusing sekarang jauh lebih baik daripada pusing nanti. kan sudah ada iklan yang bagus ..
'pikirin duitnya jangan pikirin pusingnya'
yok deh kita pusing sekarang cari jalan halal untuk buat masa depan jauh lebih baik bagi kita dan orang-orang yang kita cintai.
tapi pusing sekarang jauh lebih baik daripada pusing nanti. kan sudah ada iklan yang bagus ..
'pikirin duitnya jangan pikirin pusingnya'
yok deh kita pusing sekarang cari jalan halal untuk buat masa depan jauh lebih baik bagi kita dan orang-orang yang kita cintai.
Memulai Hari Dengan Senyum
Menulis hari dengan senyum adalah kekuatanku untuk terus melangkah
sebagaimana mengejar seekor kelinci harapan dengan kekuatan penuh
menulis hari dengan senyum adalah berhenti dari menunda setiap langkah
yang akan membawaku menuju kehidupan yang jauh lebih baik lagi
memulai hari dengan menulis
pastikan dengan senyum
optimislah.
sebagaimana mengejar seekor kelinci harapan dengan kekuatan penuh
menulis hari dengan senyum adalah berhenti dari menunda setiap langkah
yang akan membawaku menuju kehidupan yang jauh lebih baik lagi
memulai hari dengan menulis
pastikan dengan senyum
optimislah.
Langganan:
Postingan (Atom)